AKU DILAHIRKAN DI SEBUAH PESTA YANG TAK PERNAH SELESAI

Sebuah Puisi Karya: Wiji Thukul

aku dilahirkan di sebuah pesta yang tak pernah selesai
selalu saja ada yang datang dan pergi hingga hari ini

ada bunga putih dan ungu dekat jendela
di mana mereka dapat
memandang dan merasakan kesedihan dan kebahagiaan
tak ada menjadi miliknya

ada potret penuh debu, potret mereka yang hadir
dalam pesta itu entah sekarang di mana setelah mati
ada yang merindukan kubur bagi angannya sendiri
yang melukis waktu sebagai ular
ada yang ingin tidur sepanjang hari bangun ketika hari
penjemputan tiba agar tidak merasakan menit-menit
yang menekan dan berat

di sana ada meja penuh kue aneka warna
mereka menawarkannya kepadaku
kuterima kucicipi semua
enak!
itulah sebabnya aku selalu lapar
sebab aku hanya punya satu:
kemungkinan!

tuhanku, aku terluka dalam keindahanmu

Wiji Thukul
Buku: Nyanyian Akar Rumput

April 2025
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 

Laman sastra Indonesia hadir sebagai portal yang memungkinkan kita untuk menelusuri, memahami, dan menikmati berbagai karya sastra

Menu Laman Sastra